Sayembara sang raja

Standard

Suatu kita ada seorang raja yg tengah mengadakan sayembara lukisan. Raja telah menyediakan hadiah yg lumayan besar bagi mereka yg bisa melukis tentang kedamaian. Mendengar sayembara tersebut banyak orang yg berbondong-bondong untuk mengikuti sayembara tersebut. Demi mendapatkan hadiah yg telah disediakan oleh sang raja.

Ternyata animo sayembara tersebut sungguh luar biasa. Banyak lukisan yg telah dihasilkan dari sayembara tersebut. Maka satu demi satu lukisan tersebut diseleksi hingga menyisakan dua lukisan saja. Lukisan pertama, benar-benar menggambarkan tentang kedamaian. Hal tersebut bisa dilihat dari gambaran telaga dengan airnya yg jernih bak cermin yg senantiasa memantulkan bayangan. Gunung-gunung menjulang tinggi seakan menjadi penopang hamparan bumi, langit yg terlukis cerah yang pasti ketika semua orang melihat lukisan pertama tersebut pastilah mereka menyangka bahwa lukisan tersebut adalah lukisan tentang kedamaian.

Sedangkan lukisan yg kedua menggambarkan tentang pegunungan juga namun yg membedakannya dari lukisan sebelumnya adalah gunung tersebut gundul dan tampak kasar, belum lagi gambaran kilat yg tengah meyambar serta adanya air terjuan yg airnya begitu deras hingga melahirkan buih-buih. Bagi kebanyakan orang lukisan ini tak tergambar sedikit pun adanya kedamaian. Namun bagi raja lukisan tersebut seakan ada sesuatu yg menarik. Hal itu adalah adanya seekor pipit di semak-semak bebatuan yg tengah mengerami telurnya dengan damai di balik derasnya air terjun.

Tahukah anda kira-kira lukisan mana yg menjadi pemenang sayembara tersebut?

Sesuai dengan tema sayembara tersebut yaitu kedamaian, sudah pasti yg menggambarkan kedamaian adalah lukisan yg pertama. Namun ternyata yg dipilih sang raja bukan lukisan yg pertama melainkan lukisan yg kedua. Semua warga pun terkejut dengan dipilihnya lukisan kedua sebagai pemenang sayembara itu. Setelah ditentukan sebagai pemenang raja pun memberikan komentar terhadap lukisan yg telah dipilihnya tersebut. Menurut raja kedamaian bukan berarti harus berada di tempat yang tanpa keributan. Kedamaian terletak pada hati yang tenang dan damai, meski keberadaannya berada di tengah-tengah keributan yang luar biasa. Hal itu di karenakan kedamaian hati adalah kedamaian sejati dan hal itu terlihat oleh raja dalam diri seekor pipit walaupun ia tengah berada di dekat derasnya air terjun namun ia tetap merasa nyaman dan damai.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s