Pelajaran dari sang guru

Standard

Suatu ketika ada seorang murid yang mempunyai kebiasaan tidak baik yakni sering berkata-kata kotor kepada temannya, apalagi ketika ia marah kata-katanya begitu pedas didengar, melihat keadaan muridnya itu, sang guru pun lantas memberikan beberapa paku dan menasehati muridnya sambil berkata “ bila hendak berkata kotor / menghina orang lain maka pakukan paku tersebut ke suatu balok kayu”

Hari pertama murid tersebut memakukan 15 paku, hari kedua 12 paku lama kelamaan  seiring berjalannya hari, murid tersebut membuat rekor yakni tak satu pun paku yang terpaku, itu artinya murid tersebut mampu menahan kebiasaan buruknya. Merasa berhasil mampu menahan kata-kata kotornya akhirnya murid tersebut memberitahukan kepada gurunya, lantas guru tersebut memerintah untuk mencabut semua paku-paku yang telah tertancap.

Setelah berhasil mencabuti paku-paku tersebut kemudian sambil melihat balok kayu tersebut sang guru berkata “ Hm… kamu telah berhasil muridku, namun coba kamu lihat lubang-lubang bekas paku tersebut, kayu ini tidak akan bisa kembali mulus seperti sediakala walaupun paku-paku yang ada telah engkau ambil, demikaian juga halnya ketika engkau mengatakan kata-kata kotor / menghina orang lain maka kata-kata itu akan menghujam dan membekas di hati orang yang kamu olok-olok sebagaimana lubang paku pada kayu balok itu. Boleh jadi kamu sering kali menghina orang lain dan selalu minta maaf kepada orang tersebut namun disadari atau tidak, sesungguhnya kamu telah menggoreskan luka di hatinya” demikianlah gambaran bilamana seseorang tak mampu mengendalikan lidah yang seringkali mencelakai pemiliknya semenjak kejadian tersebut murid tersebut menjadi sadar dan mulai meninggalkan kebiasaan buruk

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Al Hujurat : 11)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s