Tag Archives: keyakinan

Hiduplah dengan penuh keyakinan

Standard

kemenangan hari ini bukanlah kemenangan esok hari

kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan esok hari

hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti

usah kau menangisi hari kemarin

 

Lirik di atas merupakan penggalan lirik lagu Dewa 19 yang berjudul, hidup adalah perjuangan. Salah satu lagu dalam album bintang lima yang liris pada tahun 2000 yang merepresentasikan betapa hidup itu penuh dengan perjuangan.

Hidup bukanlah musibah yang harus diratapi keadaanya. Apa pun keadaannya hidup adalah anugerah yang layak disyukuri dan diperjuangkan, karena nikmat hidup bukanlah permintaan manusia, melainkan anugerah dan karunia dari sang pencipta. Selagi manusia diberi hidup sudah sepantasnya, ia memanfaatkan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, agar hidupnya bermakna.

Kenyataan hidup yang adalakanya tak sesuai dengan harapan sering kali membuat seseorang berputus asa dan menyerah begitu saja pada keadaan, hingga berujung pada mencela diri bahkan hingga mempertanyakan keadilan Tuhan. Memang hidup tidak semulus apa yang dibayangkan. Seringkali dalam kehidupan, seseorang mendapati jalan terjal, berliku, bahkan penuh dengan rintangan dan tantangan. Semua orang akan mengalaminya, namun yang menjadi pembeda adalah bagaimana menyikapi keadaan tersebut. Sikap seorang pemenang akan selalu melihat kesempatan dalam kesempitan, sebaliknya sikap pecundang senantiasa melihat kesulitan dalam kesempatan.

Kehidupan akan selalu memberi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran. Siapa pun gerangan dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya, asal ia mampu untuk memperjuangkannya. Beragam hikmah kehidupan senantiasa bertebaran di mana-mana. Saat sedang menemani ibu di rumah sakit, secara tak sengaja saya bertemu dengan sahabat lama.  Kehadirannya seolah menjadi reuni kecil yang mengingatkan saya tentang masa-masa menimba ilmu di bangku sekolah. Meski pertemuan tersebut tidak begitu lama, namun membuat saya mengenang bagaimana sejarah dirinya hingga menjadi sosok yang aktif bergerak di bidang kesehatan hingga saat ini.

Saat masih berada di bangku sekolah, keinginannya adalah menjadi insinyur mesin. Ia termasuk pribadi yang rajin dan juga cerdas, apalagi dalam mata pelajaran hitungan. Bahkan ia juga menambah belajarnya secara private dengan instruktur ahli. Semua diupayakan guna menyiapkan diri sejak dini agar bisa masuk di perguruan tinggi negeri dengan jurusan yang diharapkan.

Hasilnya memang terbukti, try out demi try out ia lalui dengan nilai yang pantas dan jarang mengecewakan, sampai lulus sekolah. Namun, justru saat ujian masuk perguruan tinggi negeri, keberhasilan tidak menyertainya. Persiapan yang telah direncanakan sejak di bangku sekolah menengah seolah sia-sia, mengingat ia gagal dalam ujian nasional masuk perguruan tinggi negeri. Saat itu mungkin menjadi hari yang sangat menyakitkan, betapa harapan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi yang dicita-citakan telah pupus. Masa-masa itu pun masih teringat jelas dalam ingatan saya, saat ia menceritakan atas apa yang ia alami, bahkan saat itu juga ia berpamitan bahwa ia akan hijrah meninggalkan Surabaya.

Hijrahnya di tempat yang baru, memaksa dirinya harus belajar ilmu baru. Di tempat yang baru itulah, ia memulai segalanya dari nol, termasuk mempelajari ilmu baru yakni Ortotik Prostetik. Selama tiga tahun ia mendalami ilmu tersebut dengan segala perjuangan, tidak hanya berjuang dalam hal belajar, ia pun juga berjuang bertahan hidup di ranah perantauan. Pahit getirnya perjuangan benar-benar ia rasakan justru saat ia jauh keluarganya. Seolah Allah hendak menjadikan momentum tersebut sebagai titik balik kehidupannya.

Perjuangan selama tiga tahun di rantau pada akhirnya pun membuahkan hasil. Setelah ia menyelesaikan pendidikannya, ia  pun mendapatkan kesempatan mendalami ilmu tersebut di Belanda. Sebuah kesempatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dapat melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Selama di negeri kincir angin itulah  ia banyak menimba ilmu yang berkaitan dengan ilmunya, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Bekal ilmu itulah yang menjadikan dirinya menjadi seorang ilmuwan sekaligus wirausahawan dalam bidang kesehatan. Sehingga kini ia memiliki usaha sesuai dengan disiplin keilmuan yang telah ia miliki, bahkan usahanya telah memiliki beberapa cabang. Di samping itu ia masih aktif berbagi ilmu dengan menjadi pengajar. Betapa perjuangannya selama ini terbayar sudah, lika-liku kehidupannya mengajarkan bahwa dibalik kesulitan akan selalu ada kemudahan. Pengalaman hidupnya pun mengajarkan saya bahwa seseorang wajib tetap berprasangka baik kepada Allah atas keadaan apa pun yang dialaminya, karena tak seorang pun tahu hadiah apa yang akan Allah berikan kepada hamba-Nya.

Boleh jadi apa yang kamu benci justru itu yang terbaik bagimu, dan boleh jadi apa yang kamu suka itu justru yang tak baik buatmu, Allah Maha Mengetahui, sedang manusia tak mengetahui, begitulah nasihat agama. Tugas manusia adalah memaksimalkan ikhtiar dan tetap menjaga prasangka yang baik pada-Nya.

Secara tidak langsung sahabat saya telah mengajarkan pada saya bahwa hidup butuh perjuangan tanpa henti. Agar harapan menjadi kenyataan, maka ikhtiar yang maksimal wajib diusahakan. Meski adakalanya kenyataan hidup tak sesuai harapan, butuh kebesaran jiwa untuk menerima kenyataan dengan hati yang penuh dengan keikhlasan. Seperti halnya dalam lirik lagu, kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan esok hari. Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti

Semuanya itu menyadarkan bahwasanya tugas manusia adalah menyempurnakan ikhtiar. Sebagaimana halnya ungkapan mahfudzat, al insanu bi tadbir, wallahu bi taqdir (manusia boleh berencana, namun Allah menentukan). Sejatinya hidup adalah ujian, hiduplah dengan penuh keyakinan dan sebaik-baik sandaran hanya Allah Dzat yang memiliki segala kekuasaan.

Advertisements